oleh: Pedi Ahmad
Kemudian
bising berputar di jantung
Hari:
suaranya membutakan telinga,
Menyaingi
simfoni merdu para perkutut dan kenari
Sedang
gedung-gedung kian ponggah menikam,
Mengunci
setiap diri
Subuh
baru pungkas: tivi, koran dan majalah
Menabur
hiburan bohongnya lagi.
Setiap
banyolan digantikan oleh prestasi tak berarti
Lalu
secangkir kopi pasi menyaksikan lobi kelas tinggi.
/2012/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar