Wahai
tuan, kebaikan bagiku bukan persekongkolan tiap rupa keburukan, juga bukan
perkara-perkara yang semuanya selesai dengan uang.
Satu
pertanyaan kecil namun cukup mengganjal serabut pikiran tiap diri yaitu; mengapa
tak ingin untuk menerima sebuah kenyataan bahwa dendam terbesar dalam diri
adalah ke(tidak)mampuan memaafkan laku diri di masalalu. Pertanyaan itu
akhirnya tak pernah jadi masalah, karena senantiasa terjerembab dalam banalitas
keseharian. Kemudian semuanya tidak akan menjadi pertanyaan yang besar, takala
manusia belajar tentang kebaikan dan kejahatan, karena manusia menjadi setara
dengan Tuhan. Namun sebelum manusia menjelma tuhan yang menghapus segala tanya,
manusia mesti berlayar mengarungi samudra dendam.