Pengunjung

Jumat, 26 April 2013

Ormuzd, Ahriman, V : Sebuah Perjalanan.



Wahai tuan, kebaikan bagiku bukan persekongkolan tiap rupa keburukan, juga bukan perkara-perkara yang semuanya selesai dengan uang.

Satu pertanyaan kecil namun cukup mengganjal serabut pikiran tiap diri yaitu; mengapa tak ingin untuk menerima sebuah kenyataan bahwa dendam terbesar dalam diri adalah ke(tidak)mampuan memaafkan laku diri di masalalu. Pertanyaan itu akhirnya tak pernah jadi masalah, karena senantiasa terjerembab dalam banalitas keseharian. Kemudian semuanya tidak akan menjadi pertanyaan yang besar, takala manusia belajar tentang kebaikan dan kejahatan, karena manusia menjadi setara dengan Tuhan. Namun sebelum manusia menjelma tuhan yang menghapus segala tanya, manusia mesti berlayar mengarungi samudra dendam.

PERSPEKTIF SISTEM PENDIDIKAN MENURUT FAKTOR PENDUKUNGNYA I I

(Sekolah, Kepala Sekolah, Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan, Kurikulum dan Evaluasi, Dana, Sarana dan Prasarana)

Abstraks
Pembicaraan mengenai system pendidikan menurut faktor pendukungnya seperti sekolah, kepala sekolah, siswa, guru dan tenaga kependidikan, kurikulum dan evaluasi, dana, sarana dan prasarana pendidikan sebagai media untuk menjadikan manusia menjadi manusia yang seutuhnya atau dalam istilah lain menjadi manusia yang paripurna. Maka dalam makalah ini penulis membahas masalah Fakta, Kebijakan, Teori dan Filsafah yang berhubungan dengan Sekolah, Kepala Sekolah, Siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan, Kurikulum dan Evaluasi, Dana, Sarana dan Prasarana pendidikan di Indonesia. Fakta system pendidikan kita antara lain Sekolah tidak sesuai dengan fungsinya, Rendahnya kualitas kepala sekolah, Rendahnya Prestasi Siswa, Rendahnya Kualitas Guru, Rendahnya Kesejahteraan Guru, Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan, Kurikulum yang selalu berubah-rubah, Evaluasi pendidikan lebih menekankan kepada penguasaan bahan ajar, dan  Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan, Mahalnya Dana Pendidikan, serta Rendahnya Kualitas Sarana dan pra sarana pendidikan. Sehingga dipandang perlu adanya kebijakan-kebijakan yang mengarah terhadap perbaikan system pendidikan kita dengan pendekatan yang memperhatikan aspek nilai dari unsur-unsur pendidikan

Kamis, 25 April 2013

BUAHBATU



oleh: Pedi Ahmad

Kemudian bising berputar di jantung
Hari: suaranya membutakan telinga,
Menyaingi simfoni merdu para perkutut dan kenari
Sedang gedung-gedung kian ponggah menikam,
Mengunci setiap diri

Subuh baru pungkas: tivi, koran dan majalah
Menabur hiburan bohongnya lagi.
Setiap banyolan digantikan oleh prestasi tak berarti
Lalu secangkir kopi pasi menyaksikan lobi kelas tinggi.

/2012/

RISALAH KANGEN



oleh: Pedi Ahmad

Sajak ini tentang kita
Ketika rindu memadatkan dada
Tentang malam berpeluk basah.

Ini sajak-sajak kangen kita
Yang diselip di bulir doa
Tentang cinta berparas purna.

/2011/

IHWAL KECEMASAN



oleh: Pedi Ahmad

Malam demi malam kian kelam
Mencari jawab atas setiap tanya
Menghunus angin menusuk sukma

Bintang pecah oleh jemarinya
Menabur gelap dan gamang
Meneguk rasa haus yang amat

Ketika pena menebus luka
Ada laksana tiada
Menziarahi semesta
/2011/